Sabtu, 29 September 2012

i'm waiting for you, where are you?

You, in my dictionary is everything. incredible
incredible?
yaa seluar biasakah itu anda?
seluar biasa anda membawaku terbang tinggi
seluar biasa anda menjatuhkanku dlm waktu detik
seluar biasa anda datang di hidup ku merubah segalanya menjadi indah
seluar biasa anda pergi dari hidup ku merubah segalanya menjadi kelam
seluar biasa anda membuat hari ku tak lagi indah, gelap dan mendung
seluar biasa anda membuat ku mampu terisak tangis sepanjang malam
seluar biasa anda membuat ku melatih kesabaran, untuk selalu menunggu
seluar biasa anda mengajariku berdoa setiap hari bahkan setiap detik. Berdoa untuk anda
seluar biasa anda melatih saya bernafas untuk orang yang menghancurkan saya
seluar biasa anda membuat saya kuat, loving someone even when they dont love you back
seluar biasa anda mengajari rasa sakit, dan tetap tersenyum
Sampai kapan? 
sampai kamu sadar tak ada seorangpun yang bisa mencintai sedalam...sekuat...dan...sehebat aku..

Jumat, 14 September 2012

Rindu Itu Sederhana

"Bagaimana aku bisa mencari orang sepertimu?"

Hujan selalu menyimpan tanda tanya. Kadang hujan juga bisa menjadi jawaban. Dia membisu, datang malu-malu, tanpa isyarat dan kata, tiba tiba dia mengguyur saja sesukanya, seenak hatinya. Seringkali hujan disalah artikan sebagai pembawa duka, sebagai sebab seseorang mengingat kenangannya, sebagai terdakwa yang menyebabkan seseorang takut akan takdirnya. Hujan buatku adalah penenang dalam kerinduan, pembawa air mata, dan pengingat rasa kehilangan. Selalu saja, sesuatu yang harus seseorang lupakan adalah sesuatu yang justru tersimpan begitu dalam, kenangan..


***

Seorang pria, sederhana saja. Senyumnya menyimpan banyak tanya, tatapanya mengganggu laji kerja otak, dan gerak geriknya memaksaku agar tidak melewati setiap inci perpindahannya.

Lalu semua terjadi begitu saja. Saat sapa lembutnya menjaring nyata menyentuh gendang telinga, saat percakapan kecil yang tercipta berubah menjadi deretan narasi nyata, aku dan dia, mengalir begitu saja, seperti curah lembut hujan yang jatuh ke permukaan. Sederhana sekali, cinta memang selalu menuntut kesederhanaan

Dia mengajariku banyak hal. Cara menari dalam hujan, cara tertawa dalam kesedihan, cara menghargai perbedaan, dan cara bermimpi walau dalam kemustahilan



Seringkali aku menatapnya dalam-dalam, menyelami sejuk matanya, tercebur dalam hatinya, lalu terpeleset dalam aliran darahnya. Aku.. sangat ingin menjadi bagian dalam setiap detak jantungnya, aku sangat ingin berhembus saat helaan nafasnya. Tapi, apa semua ingin dan harapku akan menyentuh kenyataan? Inilah yang disebut mimpi, selalu terlalu tinggi.

Tahu-tahu sosok dia menjadi sangat penting dalam setiap bangun pagi hingga tidur malamku. Sedetik, semenit, sejam, seharian, hanya dia saja yang rajin menghampiri otakku. Aku ragu kalau dia tak punya kerjaan lain selain mengganggu pikiran dan imajinasiku

Ah, kalau itu, cinta tak lagi menjelma menjadi sesuatu yang sederhana, berangsur-angsur tingkanya berbeda, hingga ia menjelma menjadi dua kata, luar biasa...
Perasaan tak lagi sekedar teman biasa, tapi dia berevolusi menjadi lebih dari teman biasa


***

Aha! 
Hujan ternyata masih menjadi peran antagonis, dia kembali mengingatkanku pada rasa kehilangan, tentu saja rasa yang begitu dalam. Hilang? Saat aku berniat untuk mencari, pasti aku akan menemukan. Tapi bagaimana aku bisa mencari orang sepertimu? dimana aku bisa menemukan seseorang yang mau berjanji untuk tidak meninggalkanku?

Sayang.. Ah! Sayang? Paggilam yang tak pernah terucap sekalipun dari bibirmu. Hujan kali ini memang deras sekali, aku tidak membayangkan kamu yang terbaring lemah disana, apa kau kedinginan? Oh ya sudah berbulan bulan kau tak menyapaku ya? Apa kau merindukanku sedalam aku merindukanmu? Tidak usah dijawab! Aku tidak ingin mendengar jawaban dingin itu! begini saja.. besok aku akan mengunjungimu, membersihkan rumput rumput liar yang mencoba menjamah nisanmu. Jangan menolak! aku punya alasan sederhana untuk menjelaskan pemaksaanku. Aku hanya rindu.. Itu saja. Sederhana. Rindu memang selalu sederhana kan?










W/ love-dwitasari

background